Aqidah adalah sesuatu yang dianut oleh manusia dan diyakininya baik berwujud agama dan yang lainnya. Aqidah secara etimologi berarti ikatan atau sangkutan. Dan secara terminologi berarti creedo creed, yaitu keyakinan hidup. Iman dalam arti yang khusus, yakni pengikraran yang bertolak dari hati.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pengertian keimanan atau aqidah itu tersusun dari enam perkara, yaitu:

1.    Ma’rifat kepada Allah

2.    Ma’rifat kepada para Malaikat

3.    Ma’rifat kepada kitab-kitab Allah

4.    Ma’rifat kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah

5.    Ma’rifat kepada hari akhir

6.    Ma’rifat kepada takdir.

Allah SWT befirman dalam surah Al-Anfaal:2-4 tentang pentingnya manusia beriman kepada Tuhan.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ O الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ O أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ O

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia”.

Akidah dalam Islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, ucapan dengan lisan dalam bentuk dua kalimah syahadat, diwujudkan dalam perbuatan dengan amal shaleh. Akidah dalam Islam harus berpengaruh pada segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sehingga aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aqidah dalam Islam tidak hanya sekadar keyakinan dalam hati, melainkan tahap lanjutan yang akan menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku, serta berbuat yang pada akhirnya akan menghasilkan amal shaleh.

Sumber :

Anshari, Endang Saifuddin. 1983. Wawasan islam. Bandung : Pustaka.

Karya referensi umum : Aspek-aspek Ajaran Islam, anonim.

 


Comments




Leave a Reply